The Scout.org website uses "cookies", both internal and from third parties. Cookies are small text files placed on your end user device and help us to distinguish you from other users, to enhance your experience on scout.org. If you continue, we'll assume that you are happy to receive cookies on our website. You can change your browser's cookie settings at any time. To find out more about how we use cookies and how to manage your browser settings read our Cookies Policy.

Mutakhirkan

 

  • 2. April 2014 - 10:53

Presiden SBY:
Kak Azrul Azwar Salah Satu Putera Terbaik Bangsa

Ditengah kesibukan tugas negara, Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Ani Yudhoyono melayat almarhum mantan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka masa bakti 2008-2013, Prof. Dr. dr. Azrul Azwar, MPH yang disemayamkan di ruang Auditorium Kwartir, Jalan Medan Merdeka Timur 6, Jakarta.
Presiden beserta Ibu Ani Yudhoyono melakukan do’a dihadapan almarhum, salah satu putera terbaik bangsa.
Almarhum kata Presiden pernah melakukan diskusi sama beliau ketika Kak Azrul memimpin senat mahasiswa FKUI ketika almahum berkunjung ke wisma Taruna AKABRI tahun 1972.
Dengan suara yang berat, Presiden mengatakan bahwa kita kehilangan salah satu putera terbaik bangsa yang sangat konsen pada pembinaan generasi muda bangsa yang patut kita teladani.
Tidak bersalang lama, Wakil Presiden Boediono juga melayat almarhum Azrul Azwar MPH dan menyempatkan diri berdo’a di hadapan almarhum.
Sementara acara pelepasan dipimpin oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI, Agung Laksono
Sebelumnya telah dilakukan sholat jenazah yang langsung dimpimpin oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 2013-2018, Dr. Adhyaksa Dault, SH, M.Si.
Inisiator Undang Undang Gerakan Pramuka yang juga Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 2008-2013, Azrul Azwar meninggal dunia, Selasa sore (1/4) pukul 17.55 WIB. Kak Azrul, begitu Prof. Dr. dr. H. Azrul Azwar, MPH biasa disapa di lingkungan Gerakan Pramuka, meninggal di usianya yang ke-69 di Rumah Sakit RSCM, Jakarta.
Almarhum meninggalkan seorang istri, dr. Rihna Azrul Azwar, SKM dan tiga orang putera, yaitu Aidil Nusantara SE, Ilham Samudera MS, dr. Imam Dirgantara, serta lima orang cucu.
Azrul Azwar dilahirkan di Kotacane, Aceh Tenggara, Aceh, 6 Juni 1945, resmi menjabat sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka pada tanggal 10 Mei 2004. Beliau bersama pengurus Kwarnas dilantik oleh Presiden RI saat itu, Megawati Soekarno Puteri di Istana Negara. Selain pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dua masa bakti, 2003-2008 dan masa bakti 2008-2013, beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) selama dua masa bakti.
Semasa menjabat sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka sejak tahun 2003, Almarhum Azrul Azwar membuat prestasi gemilang dalam membangun image Gerakan Pramuka dengan mengusung konsep Revitalisasi Gerakan Pramuka. Konsep ini dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka pada tanggal 14 Agustus 2006.
Staf Pengajar/Guru Besar FKUI, Jakarta ini juga dikenang sebagai seorang inisiator dan berhasil mewujudkan amanat Munas Gerakan Pramuka, yaitu terbitnya Undang Undang Gerakan Pramuka nomor 12 Tahun 2010
Mantan Direktur Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat Depkes RI ini meyakini bahwa Gerakan Pramuka mempunyai peranan yang besar dalam pembentukan karakter kaum muda, menanamkan cinta dan semangat kebangsaan pada kaum muda, serta meningkatkan keterampilan kaum muda, yang ketiganya dipandang penting untuk mempersiapkan kaum sebagai calon pemimpin bangsa yang tangguh pada masa depan, ujar Kak Azrul dalam buku mengenal lebih dekat Kak Azrul Azwar.
Di lingkungan kepramukaan internasional/dunia APR/WOSM, kak Azrul juga sangat disegani dan dihormati, karena pokok-pokok pikiran beliau untuk kemajuan organisasi kepramukaan dunia. Pada Konferensi Kepramukaan Asia Pasifik di Malaysia pada 2009, beliau terpilih sebagai anggota Komite kepramukaan. Sebelumnya pada 2007, Kak Azrul bersama sejumlah tokoh kepramukaan Asia Tenggara membentuk Asean Scout Association Regional Cooperation (ASARC) dan beliau dipercaya menjadi Ketuanya. Sejumlah penghargaan kepramukaan dari berbagai negara antara lain, Thailand, Jepang, Malaysia, Singapore, Korea dan sebagainya telah beliau terima atas perannya di kepramukaan dunia ini.
Sekitar pukul 13.00 wib almarhum Kak Azrul di makamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Acara pemakaman dipimpin Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault.

Jakarta, 2 April 2014