The Scout.org website uses "cookies", both internal and from third parties. Cookies are small text files placed on your end user device and help us to distinguish you from other users, to enhance your experience on scout.org. If you continue, we'll assume that you are happy to receive cookies on our website. You can change your browser's cookie settings at any time. To find out more about how we use cookies and how to manage your browser settings read our Cookies Policy.

Projet

“Earth Hour” ala Pramuka; Berlari, Berbincang dan Bermain Layangan

31. mar 2014

Yeay! Penghematan listrik pada kegiatan Earth Hour di wilayah Jawa-Bali mencapai angka 1 milyar rupiah. Informasi tersebut disampaikan Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN (Persero), Bambang Dwiyanto pada (29/3) usai aksi mematikan listrik selama 60 menit.

Apakah Kakak-kakak ikut berpartisipasi juga pada kegiatan Earth Hour? Sebagai seorang Anggota Gerakan Pramuka tentunya selalu siap melakukan kebaikan. Apalagi kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya membuat dunia yang lebih baik, sesuai cita-cita luhur kepanduan dunia.

Seperti kegiatan yang diinisiasi Pengurus Dewan Kerja Nasional dan Dewan Kerja Daerah DKI Jakarta. Sepanjang hari perayaan Earth Hour yang pada tahun 2014 jatuh pada hari Sabtu, 29 Maret 2014.
Sejak pagi kegiatan yang diikuti Pramuka Penegak dan Pandega ini sudah digelar, dengan olah raga yang sedang trend sekaligus menyehatkan, apalagi kalo bukan lari. Peserta berlali di seputaran Taman Suropati, Jakarta Pusat. Disamping berlari, peserta juga membagikan bubur kacang ijo yang disediakan panitia kepada para masyarakat yang sedang beraktifitas.

Segar bugar habis berolah raga dan jiwa tenang karena berbagi, kegiatan berlanjut dengan obrol-obrol di Gedung Kwarda DKI Jakarta. Seminar Green Life Style di bawakan Kak Dita aktivis World Wide Found (WWF) yang ternyata pernah mewakili Gerakan Pramuka ikut Jambore Dunia di Kanada.

Kegiatan terus bergeser ke Taman Monas, Jakarta Pusat. Makin siang yang mengikuti kegiatan bersambung dalam rangka Earth Hour ini makin rame. Apalagi di Taman Monas ini peserta gak cuma kumpul-kumpul tapi sekaligus bermain layang-layang.

Kontan langit biru di atas Monas mulai meriah diwarnai gemulai layangan yang dimainkan sekolompok pramuka. Uniknya, di atas kertas layang-layang itu tertulis pesan dan harapan anggota Gerakan Pramuka untuk dunia yang lebih baik melalui kegiatan Earth Hour.

“Kegiatan ini diinisiasi guna meningkatkan jaringan Gerakan Prmauka bersama organisasi atau komunitas di luar Pramuka sekaligus mengamalkan nilai-nilai kepramukaan,” ungkap Yudha Adyaksa salah satu penggagas kegiatan ini.
Efektifnya, Dewan Kerja yang sudah terstruktur mampu mengadopsi kegiatan ini, persis sama dengan harapan Yudha, “Harapannya kegiatan ini dapat diteruskan dan tetap berjalan sehingga menyebar ke daerah-daerah,”

“Kedepannya kegiatan semacam ini dapat disesuaikan dengan hari besar nasional maupun internasional,” tandas ketua DKN terpilih.

-dasuciana